Friday, July 19, 2019

Trip to Hutan Pinus Bissoloro’


Minggu, 14 Juli 2019, hari terakhir liburan sekolah, pak suami ngajakin trip ke hutan pinus. Tapi, bukan ke hutan pinus yang ada di Malino. You know why? Kami tidak berminat ke Malino karena takut terjebak macet. Maklum hari ini betepatan dengan hari penutupan perayaan Beautiful Malino, yang mana orang-orang pada berbondong-bondong ke Malino untuk menghadiri acara tahunan tersebut. Sebenarnya sih pak suami sudah mengajak dari kemarin tapi gak tau kenapa kemarin tuh rasanya mager (malas bergerak). Hari ini saja sebenarnya saya masih agak malasan tuk pergi ke mana-mana. Maunya bobo cantik aja di rumah sambil jaga toko.
            Setelah dipikir-pikir….iya oke lah. Saya mau pergi. Jarang-jarang nih suamiku ngajak jalan. Seringkali saya yang harus memelas ngajak suami jalan-jalan. Packing ke dalam tas ransel gede beberapa baju ganti buat jagdish…cemilan…kamera DCLR….lensa….flash light…..that’s enough I think. Bawa duit 200ribu kurasa sudah cukup. Eh…sekalian deh amplopin duit buat ke kondangan ntar klo pulang langsung bisa singgah. Finally, kami berangkat dengan mengendarai motor. Tadinya sempat kepikiran buat tukaran motor dengan punya adik yang masih agak lebih baruan. Tapi, baru ingat…oh iya si adik kan lagi ke Malino juga….
            Sepanjang perjalanan kami benar-benar menikmati pemandangan kampung...sawah….kebun jagung….bukit……gunung. kami melewati tanjakan demi tanjakan. Kadang jalanan sepi tak berpenghuni….kadang juga melewati kampung dengan rumah-rumah yang berjejer rapi. Ahhhh…senang rasanya. Tak lupa saya mengabadikan beberapa momen perjalanan lewat rekaman video di hp suami. Jagdish yang duduk di depan…tak berhenti berceloteh…terkagum-kagum akan apa yang dilihatnya.
            But, suddenly we had such a bad experience! Karet panbel motor putus tercerai berai pas tanjakan. Tadinya kupikir motor nginjak batu kerikil atau semacam benda keras karena ada bunyi krekkkk krekkkk. Pas tau motornya udah gak bisa jalan lagi, hufthhhh langsung downnnnn. Kebetulan kami berpapasan dengan warga setempat. Mereka  turut berempati atas kejadian yang menimpa kami. Katanya ada bengkel tapi jaraknya cukup jauh. Nah, kebayang dong kalo orang gunung bilang dekat…bagi kita orang kota, jaraknya jauh. Nah ini dibilang jauh…pasti bagi kita jauuuuuuhhhhh banget. Kebetulan ada sebuah rumah yang penghuninya kerabat dari yang punya bengkel. Syukur Alhamdulillah…beliau bersedia ngankut motor sekalian mengankut kami ke bengkel. Ternyata bengkelnya memang cukup jauh. Kami menunggu cukup lama di bengkel. Syukur…bengkelnya adem…ada gazebo tempat duduk beristirahat. Jadi menunggu tidak begitu terasa menggerahkan. And syukur lagi di tempat ini masih ada signal…masih bisa internetan…update status. But, HP sudah LOW BATTEREY alias lowbat.
            Hampir pukul 12 siang, akhirnya motor selesai juga. Di tes drive…Alhamdulillah sudah normal…motornya bisa jalan lagi. Pas nanya berapa biayanya…pak suami nanya balik ada uang 300rb? Hahhhhh…saya KAGET! Gak nyangka biayanya sampe 300rb. Tadi sebelum ke bengkel sempat nanya-nanya ke suami, kira-kira harga karet panbel kalo di tempat kita berapa. Katanya sekitar 35rb. Jadi  dipikiranku biayanya paling 150rb an. Saya bawa duit Cuma 200rb. Di amplop kondangan tadi ada 50rb, jadi total uang yang ada hanya 250rb. Setelah dinego…syukur orangnya mau nerima. Katanya sisanya yang 50rb gak apa-apa nanti dibayar kalo lewat lagi.
            Jadi galau lagi…antara melanjutkan perjalanan atau pulang saja. Uang yang tersisa di kantong pak suami tinggal 30rb-an. Kalo kami lanjut ke hutan pinus, harus bayar biaya registrasi 10rb/orang.  Jadi untuk makan tidak ada, padahal kami lapar banget. Tapi kami nekat, tetap melanjutkan perjalanan. Kami sempat mampir di hutan pinus tepi jalan tuk berfoto-foto. Setelah itu lanjut lagu menuju wisata hutan pinus.
            Di bissoloro’ kecamatan bungayya ini ada 2 tempat wisata hutan pinus yang pake biaya registrasi kalo mau masuk. Yang satunya….tempatnya lebih luas…lebih banyak spot tuk berfoto dan biaya registernya 15ribu/ orang, belum termasuk biaya parkir. Yang satunya lagi tempatnya sedikit lebih kecil and spot untuk berfoto lebih sedikit juga. Biaya registernya 10ribu/orang.  Akhirnya kami memilih yang sesuai budget yang tersisa di dompet, 20ribu. 12ribu sudah kami pakai tuk makan bakwang dan beli sebotol air mineral. Kami makan 8 biji bakwang berdua, lumayan mengenyangkan. Sempat deg-degan juga sih. Tau-tau nanti harga bakwangnya 10ribu/biji…bisa-bisa kami tidak pulang disuruh kerja dulu tuk bayar ongkos makan bakwang. Hehhehh…..tapi akhirnya kami legaaaa….harga bakwangnya ternyata normal 1000 rupiah/ biji dan sebotol air mineral merek Club seharga 4000 rupiah.
            And finally, kegalauan kami terbayarkan dengan puas berfoto-foto ria di hutan pinus. Sang suami yang seorang fotografer semangat dong mengambil gambar kami sembari mengambil beberapa momen video tuk dibikin short cinematics. Tapi, ada lagi insiden…Jagdish tiba-tiba pup di celana. Sudah beberapa hari terakhir Jagdish memang sudah tidak pake popok. Dibiasakan karena usianya sudah 3 tahun. Duhhhh….pupnya sampe belepotan pula, gak tau dimana mesti ambil air. Akhirnya kami nemu ember berisi sedikit air…gak tau, air hujan….atau air dari mana yang penting bisa dipake bersihin pupnya Jagdish.  Saya sampe sempoyongan ngangkat Jagdish ke tempat ember tersebut melewati rumput yang lumayan tinggi dan menghindari terkena pupnya Jagdish yang sudah belepotan sampe kaki.
            Terlepas dari drama pupnya Jagdish, kami melanjutkan sesi foto-foto. Dan eng…ing….eng….pas sesi pengambilan gambar terakhir….Jagdish jongkok dan bilang lagi pup. Oh my God…Tapi kami tetap lanjut menyelesaikan foto bertiga di depan gerbang masuk. Jagdish digendong oleh pak suami sambil nahan pupnya supaya gak jatuh. Dan setelah itu…saya kembali lari sempoyongan membawanya ke toilet yang tadi sempat saya liat waktu lagi foto-foto. Sampe di sana, ternyata yang ada hanya ember berisi air yang agak keruh. Tapi tetap saya pakai tuk bersihin pupnya Jagdish.  Habis itu saya oleskan saja minyak kayu putih ke perut dan bokongnya. Syukur saya bawa 2 celana ganti buat Jagdish. Kalo pup lagi…gak tau mau pake celana apa lagi. Hufthhhhhh…..
            Dan sekitar pukul tiga sore kami pulang. Sebelum pulang ke rumah…kami singgah terlebih dahulu ke Pesantren Sultan Hasanuddin tuk melihat keponakan yang perdana masuk pondok, sekalian ngambil uang yang ada sama ipar. Setelah itu ke kondangan sunatan. Selanjutnya ke rumah ipar tuk ketemu mertua. And the last….kami pulang. Syukur Alhamdulillah…kami selamat tiba di rumah.
            Hari terakhir liburan….berarti esoknya harus kembali beraktifitas di sekolah. Rasa lelah membuat kami tertidur dengan pulas. Esok harus bangun lebih awal tuk upacara bendera hari senin. J

And here you go....some of our pictures....











Wednesday, July 17, 2019

Perangkat Mengajar Bahasa Inggris SMP Kelas VII

Assalamualaikum warahmarullahi wabarakatuh....

Salam hangat Bapak Ibu Guru sekalian,

Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah. Kita tidak hanya dituntut untuk bisa mengajar, tetapi juga harus bisa melengkapi berbagai perangkat administrasi. Bagi guru-guru Bahasa Inggris yang mengajar di tingkat SMP/MTs dan sedang kebingungan mencari referensi perangkat mengajar bisa mendownload link-link berikut ini....Please check it out.....

Program Tahunan Bahasa Inggris Kelas VII
Program Semester Bahasa Inggris Kelas VII
Silabus Bahasa Inggris Kelas VII
KKM Bahasa Inggris Kelas VII
RPP Bab I
RPP Bab II
RPP Bab III
RPP Bab IV
RPP Bab V
RPP Bab VI
RPP Bab VII
RPP Bab VIII