Monday, May 25, 2020

When will this pandemic end? Korona Pergilah...


Pukul 06.01...Hari ke 29 Ramadhan 1441 H atau hari ke 65 sejak sekolah diliburkan.  Tulisan ini hanya sekedar curhatan perasaan hati yang sedang galau.  Setiap satu masalah 'kecil' ini muncul...maka akan memanggil kawan-kawannya...yaitu masalah-masalah lain yang kadang datang meracuni pikiran... sehingga hati semakin menjadi jengkel dan terasa teraniaya. Mereka datang bertubi-tubi bersarang di otak menjadikan pikiran tidak jernih dan mendorong diri tuk melakukan stupid things.  Arrrrghhhh....sudahlah, just forget it!  Hanya sekedar intro untuk memulai tulisanku kali ini.

Jelang pagi, langsung menuju dapur tuk cuci piring.  Biasanya pekerjaan ini kulakukan setelah baring-baring dulu di tempat tidur sehabis sahur dan sholat subuh. Terkadang sampai tertidur hingga pukul 7 atau 8, baru deh bangun tuk nyupir (Nyuci Piring). 

Sejak munculnya wabah covid 19 di Indonesia,  orang-orang ramai meneriakkan kata lockdown... stay di rumah aja...membuatku dan banyak orang-orang berpikir kita akan mengalami hal yang sama seperti di Wuhan,  China... dimana kita tidak boleh keluar rumah sama sekali sehingga jalanan menjadi sepi, toko-toko ditutup,  perkantoran ditutup...semua kegiatan diluar rumah dihentikan sehingga nampak seperti kota mati.  Ketika kata lockdown berseliweran disosmed,  banyak yang mulai panic buying... ngeborong bahan makanan di Supermarket.  Yang melakukan hal itu,  hanya orang-orang yang punya uang lebih tentunya.  Kami hanya berbelanja sedikit lebih banyak dari biasanya tuk keperluan selama seminggu. Kita semua pada sibuk memasang tagar #dirumahaja di sosial media.  Bahkan ada yang saling sindir...yang berdiam diri di rumah menyindir orang-orang yang tetap keluar rumah,  padahal diantara mereka ada orang-orang yang tetap harus mencari nafkah tuk keluarganya,  kalau mereka tidak keluar rumah...keluarganya di rumah mau makan apa? Yang tetap keluar rumah menyindir mereka yang berdiam diri di rumah. Mereka berdalih seharusnya kita hanya takut kepada Allah...mengapa harus takut pada makhluk kecil yang bahkan wujudnya saja tak nampak di depan mata.  Iya ada benarnya juga sih... tapi virus ini....subhanallah penyebarannya ...sungguh luar biasa dari hari ke hari.  

Menurutku pemerintah cukup terlambat dalam bertindak. PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)  baru diterapkan di beberapa daerah setelah korban positif sudah mencapai angka ribuan.  Di daerah kami di Kabupaten Gowa PSBB juga berlaku...tempat-tempat ibadah ditutup, toko-toko yang boleh buka hanya yang menjual bahan pangan,  apotek,  perbankan dan itupun jam operasionalnya  dibatasi...penumpang kendaraan dibatasi,  keluar rumah lewat dari jam 9 malam pun tidak boleh.  Meskipun ada aturan PSBB,  masih banyak saja warga yang tidak mematuhinya.  

Tedeeeeennnngggg.... curhatan dimulai. 😩😩😩  Jujur... Kami sebenarnya juga galau dibuatnya... Toko ATK kami isinya sudah semakin berkurang sementara hasil penjualannya telah habis terpakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Mesin fotocopy mandek karena kehabisan kertas. Job foto dan video pak suami pun nihil.  Satu-satunya harapan kami adalah Brilink...yang kami tahu keuntungan per bulannya selama ini belum cukup tuk menanggung semua beban kebutuhan sehari-hari, biaya listrik,  cicilan KPR,  cicilan tanah kapling, tagihan BPJS, dsb.  Sebenarnya harapan lainnya ada yaitu tunjangan sertifikasi guru... tapi entahlah... apakah kami juga masih berhak menerimanya atau tidak.  

PSBB telah berakhir tapi wabah covid 19 blum usai. Memang betul,  lebaran kali ini beda... kami tak beli baju baru tuk hari raya bahkan hadiah lebaran untuk kedua orang tua dan mertua pun tak mampu kami berikan.  Ya Allah ya Robbi... hutang sisa DP rumah kami masih hitungan puluhan juta dan masih ada hutang di pegadaian belasan juta.  Di atas semua itu... Kami tetap bersyukur memiliki kedua orang tua dan mertua yang mengerti dengan keadaan kami... bersyukur masih ada saudara dan sahabat yang berbaik hati meminjamkan modal agar usaha Brilink kami tetap berjalan...bersyukur masih bisa makan dengan cukup dan berkumpul bersama keluarga. Alhamdulillah wa Syukurillah...   

Allah menguji hambanya dengan nikmat dan musibah untuk melihat siapa yang syukur dan siapa yang kufur, siapa pula yang sabar dan siapa yang berputus asa.  Bersabarlah... ujian ini tanda Allah rindu dengan rintihan dan doa-doa hambaNya. Semoga ujian ini segera berlalu... kehidupan kembali normal dan ibadah kita kepada Allah semakin meningkat.  Aamiin Allahumma Aamiin.... 

Nb: Judul mewakili perasaan yang sudah mulai khawatir akan keadaan... libur seminggu sebulan masih oke2 saja,  tapi libur sampai berbulan-bulan...hati jadi makin galau. 😣😣😣