Thursday, April 30, 2020

Shopping List

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....
Postingan kali ini merupakan materi pelajaran Bahasa Inggris kelas VII yang temanya adalah Shopping List.





My mom is going to make chicken soup and Pisang Ijo for the breakfast menu this evening. She asks me to go to the supermarket to buy the materials. Here is the shopping list:

·         Two Kgs of chicken
·         Two heads of cabbage
·         A Kg of carrots
·         A Kg of potatoes
·         A pound of onions
·         A pound of garlic
·         A bag of salt
·         A bunch of celery
·         2 sachets of chicken flavoring
·         A bag of flour
·         A bunch of banana
·         5 pieces of Suji leaves
·         A Kg of sugar
·         2 boxes of coconut milk
·         A bottle of DHT syrup
·         A can of sweetened condensed milk

I am glad if my mom asks me to go shopping because I usually get the change money. How about you?
 
 

Wednesday, April 1, 2020

COVID 19 IS A BLESSING IN DISGUISE


Hari ini tepat 2 pekan atau 14 hari setelah anak-anak sekolahan diliburkan secara terpaksa dari sekolah karena adanya wabah virus covid 19 atau biasa disebut virus corona. Baru kali ini ada yang namanya libur tapi benar-benar harus stay at home, tidak boleh kemana-mana karena wabah virus ini sangat mudah dan cepat penyebarannya. Sampai hari ini korban covid 19 di Indonesia sudah mencapai 1414 orang yang terdeteksi positif terjangkit virus corona dan korban meninggal sudah mencapai 122 orang. Bukan jumlah yang sedikit kan? Bayangkan bila ada orang yang sudah terjangkit virus corona dan dia belum menyadari bahwa dirinya positif corona sementara dia masih wara wiri keluar rumah berinteraksi dengan orang banyak, bukan tidak mungkin korban yang terkena virus corona akan semakin meluas. Semoga kita semua senantiasa dilindungi oleh Allah dari segala macam marabahaya. Aamiin Allahumma Aamiin….

Okey….jadi selama 2 pekan ini ngapain aja? Di rumah aja, tapi pernah beberapa kali bandel keluar rumah ngikut suami ke toko ATK tuk belanja keperluan toko dan juga ke rumah mertua. Sebenarnya kami para guru, tidak ada himbauan dari  pihak sekolah untuk libur juga, tapi dalam keadaan seperti ini, lebih baik di rumah saja, lagi pula meski kami ke sekolah tak ada hal penting yang mesti dikerjakan.

Rutinitas dimulai di pagi hari, seperti biasa bangun jam setengah enam atau jam 5, kadang sudah mandi duluan kadang pula belum. Begitu bangun tidur langsung minum segelas air putih dulu. Itu sudah jadi kebiasaan kami, selain karena alasan kesehatan bagiku ini juga bisa jadi obat awet muda. Habis itu sholat subuh, trus buka-buka whatsapp dan facebook sekedar cek apa yang sedang uptodate. Then, bikin kopi buat suami (dua sachet kopi kapal api ukuran paling kecil + 2 sachet susu kreamer putih). Kalau kopi sudah ready, baru deh bangunin suami. Kadang pula main dengan ponakan baby girlku Ayumi yang lucunya bikin gemesss. Biasanya di pagi hari perut sudah keroncongan, kadang makan nasi kuning jualan mama, kadang makan mie instan, kadang pula makan nasi telur tuk sarapan. Begitu Jagdish bangun, pasti langsung minta susu milo, jadi buatin susu dulu tuk little boss. Biasanya klo mom nya lagi gak mau repot, Jagdish tinggal disuruh ke neneknya minta makan nasi kuning, sarapan anak aman tuk sementara. Bentar jam 9an paling minta makan lagi, minta digorengin sosis. Daddy paling jarang sarapan, kalau pagi-pagi tak perlu repot mikirin sarapannya karena meskipun sudah ditawarkan berkali-kali kalau memang belum lapar pasti nolak juga.

Sambil nunggu waktu sampai jam 10 pagi, biasanya sudah standby dengan HP kasi materi pelajaran untuk siswa-siswa secara online. Saya lebih suka lewat whatsapp. Meski libur, anak-anak tetap belajar dari rumah dan tentu tugas yang diterima oleh mereka pun pasti bertumpuk dari beberapa mata pelajaran. Jadi saya memberikan kelonggaran waktu penyetoran tugas sampai malam hari, bahkan kadang kalau tugasnya agak berat boleh nyetor besoknya.


Sambil berjemur, sambil mandiin Jagdish

Jam sepuluh pagi….it’s time for sunbathing alias berjemur matahari pagi. Beberapa hari yang lalu sempat nonton video dari seorang dokter yang menyatakan bahwa sinar matahari pagi mampu mencegah tubuh kita terserang virus corona karena sinar matahari pagi dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Syukur Alhamdulillah ini benar-benar anugerah dari Allah di tengah melambungnya harga masker dan handsanitazer yang disebut-sebut mampu mencegah kita terpapar virus corona. Sampai sekarang saya sih belum berminat tuk membeli handsanitizer, selain karena harganya yang super mahal, saya juga tidak bisa menjamin produk-produk yang beredar di pasaran itu apakah memang benar-benar ampuh membunuh virus atau hanya asal racik yang penting untung banyak. Masalahnya adalah banyak merek-merek baru yang bermunculan sementara merek seperti detol dan antis sudah sangat langka. Kalaupun masih ada yang menjual, harganya sudah pasti fantastis. Kembali ke masalah berjemur, kemarin nonton lagi berita yang katanya belum ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan bahwa sinar matahari mampu membunuh virus corona. Dan yang menyampaikan pesan tersebut adalah seorang dokter juga….berarti dokter menyangkal pernyataan dokter lainnya. Okelah….tapi bagi kami selama kegiatan berjemur pagi ini baik bagi tubuh, why not? Dan yang paling penting GRATIS.

Setelah kegiatan berjemur pagi, mendinginkan tubuh, trus mandi supaya tubuh makin segar. Mulai deh berpikir masak apa buat si daddy. Sejak ada himbauan dari pemerintah tuk di rumah aja, kami sudah nyetok telur dan mie instan, tapi kan eneg juga kalau makan mie dan telur terus tiap hari. Jadi kadang mengolah menu dari apa yang tersedia di rumah, kadang nyomot bahan lauk jualan nasi kuningnya mama. Saya masak sebisa saya saja.

Kadang kalau badan lagi enakan saya bersih-bersih rumah atau hanya sekedar cuci piring. Sebenarnya banyak hal yang ingin saya kerjakan di rumah, ingin rasanya membuat rumah kembali rapi dan bersih seperti dulu sewaktu saya masih gadis. Ingin pula rasanya masak-masak buat suami dan semua orang di rumah, tapi seringkali kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Berdiri selama beberapa menit saja, kaki sudah ngilu, persendian sakit, sampai sakit kepala. (hiksss…I get old so early)

Most of my time I spend for tidur, sholat, nonton drakor, masak kopi, buat susu, kasi materi/tugas buat siswa, berjemur pagi, cuci baju, masak, makan, goreng sosis, main sama Jagdish dan Ayumi. Tiap hari berputar hanya aktifitas itu itu saja. Ehhhh…..hampir ada yang ketingggalan yaitu jaga toko, semenjak tidak ke sekolah segala aktifitas dikerjakan sambil jaga toko. Kami bisa mengawasi toko dari monitor CCTV yang telah kami pasang di kamar. Meski ada himbauan dari pemerintah untuk LOCKDOWN, kami tetap harus buka toko untuk kebutuhan sehari-hari dan bayar tagihan-tagihan. Semoga Allah senantiasa melancarkan rezekinya kepada kami dan anda semua. Aamiin….ya Rabbal Alamin……

Insya Allah….bagi kami kehadiran virus corona adalah BLESSING IN DISGUISE…. Mengapa?
Karena dengan begini kebersamaan bersama keluarga lebih terjalin (suami dan anak paling merasa aman dan tenteram bila saya di rumah saja…hehehe), kami lebih fokus dalam beribadah dan makin banyak berdoa kepada Sang Kuasa Allah SWT, mengajarkan kepada kami untuk hidup lebih bersih dan lebih peduli pada kesehatan tubuh, serta mengurangi tingkat stress karena di hari-hari biasa kami beraktifitas jauh lebih banyak dengan segudang tugas dari sekolah. 

Bukan berarti kami bersuka cita dengan adanya covid 19….tidaaaakkkkk…..tidak sama sekali. Kami hanya menyampaikan rasa syukur kami di tengah musibah wabah yang tengah melanda hampir seluruh penjuru bumi. Kami tidak menghadapi semua ini dengan kepanikan yang berlebihan. Kami lebih memilih memperbaiki ibadah dan banyak berdoa kepada Allah semoga wabah covid 19 segera berlalu. Aamiin…..

Sekali lagi…DON’T BE PANIC, STAY HEALTHY, and KEEP PRAYING…….

*Harusnya tulisan ini di post kemarin, akan tetapi godaan tuk nonton drakor lebih besar. Oh iya…saya dan suami lagi seru-seruan nonton drakor Itaewon Class.