Sunday, February 24, 2019

Minyak Kutus Kutus Minyak Balur Herbal



Minyak Kutus Kutus pertama kali diracik oleh Bambang Pranoto di tahun 2012 di Gianyar, Bali. Berawal dari sebuah kecelakaan yang menimpa dirinya yang mengakibatkan kedua kakinya lumpuh. Peristiwa tersebut membuatnya kecewa dan putus asa hingga suatu hari ia terinpirasi untuk meracik minyak dari berbagai tanaman obat-obatan. Dan ternyata minyak yang dinamainya Minyak Kutus Kutus tersebut berhasil menyembuhkan kelumpuhannya dalam tiga bulan.

Saat ini Minyak Kutus Kutus sudah sangat popular di kalangan masyarakat umum sebagai minyak herbal balur yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Minyak Kutus Kutus adalah minyak herbal yang terbuat dari 69 macam rempah berkhasiat. Tanaman-tanaman obat ini diolah secara khusus dengan cara tradisional untuk menjaga kualitasnya. Olahan ini menghasilkan Minyak Obat Herbal yang membantu proses penyembuhan dan nyaman untuk digunakan sehari-hari.

Minyak Kutus Kutus sudah terbukti berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit baik dalam maupun luar.

Penggunaan Minyak Kutus Kutus dibalurkan merata pada daerah :
  1. Telapak dan jari kaki secara merata
  2. Sepanjang tulang punggung ( leher sampai tulang ekor )
  3. Organ tubuh yang terasa tidak nyaman atau mengalami keluhan kesehatan.
Balurkan Minyak Kutus Kutus sambil melakukan penekanan halus atau digosok sampai minyak bener bener kedalam pori-pori tubuh. Telapak kaki dan tulang punggung adalah daerah tubuh yang paling wajib dibalurkan minyak obat kutus kutus untuk semua keluhan kesehatan. Karena telapak kaki dan tulang punggung merupakan pintu gerbang serta pusat jalur energy tubuh.
Hampir sebagian besar jalur meridian berkumpul disana. Gunakan Minyak Kutus Kutus 3 kali sehari secara rutin sampai kesehatan Anda benar-benar pulih. Jika kondisi kesehatan kita memerlukan penyembuhan lebih, minyak kutus kutus bisa dibalurkan setiap 1-2 jam sekali.

Berikut adalah testimony yang sudah saya rasakan sendiri:

Bismillahirrahmanirrahim....
Semangat Jum'at Berkah....
Testimoni pribadi...Minyak Kutus Kutus untuk sakit telinga.
Beberapa minggu yg lalu sempat kena sakit telinga bagian kiri...gara2 tangan nakal, mengorek kuping dgn cotton bud ketika telinga lg gatal. Jadilah telinga iritasi terasa sangat nyeri selama berhari2. Kebetulan stok MKK waktu itu sdh habis tak bersisa setetes pun. Jd, sy minum obat asam mefenamat n mengoleskan balsem di sekitar telinga untuk meredakan rasa nyerinya. Tp, efekx hanya reda selama satu atau dua jam sj...setelah itu nyeri kembali. Sampai terbawa berhari-hari. Sampai sy mengomsumsi asam mefenanat 5 atau 6 butir per hari. Akhirnya ke dokter...antri berlama2. Trus harus kontrol 2 hari kemudian lg. Cukup menyita waktu...sampe izin di sekolah hampir seminggu. 😥😢😢

Kemarin trjadi kasus yg sama...telinga sakit lg akibat dikorek, tp kali ini yg bagian kanan. Sampai tdk bisa tidur. Hufthhhhh...
Baru ingat kalau sdh ada stok MKK. Malam itu saya langsung balur di area lubang telinga bagian luar serta pinggir telinga. Trus tidak lupa minum air hangat. Akhirnya sdh bisa tidur.
Besokx dibalur MKK lg di telapak kaki, tulang punggung dan area telinga yg sakit. Minum air hangat sebelum dan sesudah dibalur.
Syukur Alhamdulillah...tidak nyeri lagi...sembuh tanpa minum obat.

Untuk Info & Pemesanan
Toko Tamuri
Jl. Poros Limbung Km.16, Boka. Gowa, Sul-Sel
WA     : https://kutus.info/wa/toko_tamuri
Call      : 0852 4222 6635

Sunday, February 10, 2019

Langkah Awal Memulai Bisnis di Rumah


Memulai untuk membuka usaha bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan apalagi bagi para pemula. Banyak hal yang mesti dipertimbangkan seperti contohnya jenis usaha apa yang cocok/ sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki, modal, lokasi usaha, dan sebagainya.

Kali ini saya akan bercerita tentang bagaimana kami memulai membuka bisnis atau usaha Toko ATK, Jual Pulsa, Fotocopy, print, edit/cetak foto,  cetak undangan, Jasa Fotografy dan videografy, sampai dengan menjadi Agen BRILINK.  Semua itu tidak serta merta kami buka secara bersamaan tapi butuh proses tahap demi tahap dan melewati jatuh bangun…untung rugi.


Saya adalah seorang guru yang super sibuk kala itu…sibuk karena berangkat kerja di pagi hari dan pulang di malam hari. Sebenarnya pada saat sebelum menikah, saya pun sempat kepikiran untuk mulai membuka toko kecil-kecilan di rumah. Akan tetapi, terkendala oleh masalah waktu dan berpikir siapa yang akan jaga toko nantinya. Setelah menikah, saya dan suami memantapkan niat membuka usaha di rumah. Saat itu suami saya pun adalah seorang staf administrasi di salah satu pesantren di Kabupaten Gowa. Sang suami pun berangkat pagi pulang sore. Selain itu, sang suami juga punya profesi sampingan sebagai fotografer dan videographer. Tetapi, sesibuk-sibuknya…kami tetap pada pendirian kami untuk membuka usaha bersama di tahun 2015.

Hal yang pertama kami pikirkan adalah jenis usaha yang akan kami buka. Sesuai dengan cita-cita awal saya sedari sebelum menikah yaitu membuka toko alat tulis kantor. Mengapa kami ingin membuka jenis usaha ini? Karena lokasi rumah orang tua saya yang saat ini kami tempati berada di pinggir jalan poros dan berdekatan dengan sekolah. Target utama kami tentunya adalah anak-anak sekolahan dan orang-orang yang lalu lalang di sekitar Jalan Poros Limbung kabupaten Gowa.

Hal yang kedua kami lakukan adalah menyediakan tempat usaha. Sebelum menikah, saya memang sudah mempersiapkan tempatnya, namun karena kendala modal jadi saya belum sempat menyelesaikan. Tepat di depan kamar tidur paling depan (Kamarnya mama dan bapak) sudah di beri dinding kiri dan kanan dan sudah diberi atap dan lantai dengan ukurang 3,5 x 4 meter. Jadi yang tersisa adalah pengerjaan pintu ruko. Karena bapak juga punya usaha las listrik, jadi bapak lah yang membuatkan pintu ruko dari besi dengan modal dari kami dan sedikit dibantu oleh bapak. Begitu pintu ruko sudah beres, suami mengajak serta sepupunya untuk mengerjakan pengecatan. Kamar tidur kami semula ada di lantai dua. Karena kami akan buka toko, mama dan bapak rela tukaran kamar dengan kami. Demi memudahkan kami untuk mengontrol toko. Kamar tidur kami jadinya tepat di belakang toko dan sudah ada pintu yang langsung terhubung dengan toko.

Yang ketiga, kami mempersiapkan beberapa property untuk melengkapi toko kami dengan memesan lemari etalase. Karena kami baru memulai jadi kami hanya memesan satu buah lemari etalase untuk pulsa, voucher & kartu perdana  yang harganya 750 ribu rupiah dan sebuah lemari etalase untuk barang-barang ATK yang ukuran panjangnya 2 meter dan tinggi satu meter lebih dengan harga dua juta rupiah. Kami memanfaatkan meja kerja yang ada di rumah. Dan juga bermodalkan sebuah komputer milik suami yang diboyong langsung dari rumah mertua. Komputer itu bisa kami manfaatkan untu menerima print, cetak foto….dan tentunya untuk pekerjaan utama suami edit foto dan video.

Yang keempat, kami membuat daftar list belanjaan. Kami memilih untuk berbelanja di Toko Agung Makassar karena menurut kami di sanalah toko ATK yang terlengkap di Makassar. Karena modal yang sudah tidak banyak lagi, alhasil kami harus memilah-milah yang penting-penting dulu, barang-barang yang menjadi kebutuhan utama anak sekolahan. Saya masih mengingat belanjaan saya hari itu totalnya hanya sekitar 1,5 juta lebih. Memang sih jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan toko-toko ATK lainnya yang sudah bertebaran di mana-mana. Tetapi, tak apalah…sedikit demi sedikit kan lama-lama menjadi bukit.

Dan yang selanjutnya adalah penataan toko. Masalah penataan, saya serahkan sepenuhnya pada sang suami karena dialah ahinya, selain itu kan dia juga kan yang ngangkat-ngangkat dan dorong-dorong lemari. Hehehhhh…waktu itu sih masih leluasa menata karena belum begitu banyak barang. Kami menaruh sebuah sofa dan televisi di toko supaya betah jaga toko.

Alhamdulillah tanggal 1 Maret 2015 bertepatan dengan ulang tahun suami yang ke 32, kami secara resmi membuka toko ATK dan counter pulsa. Kami pun mengadakan syukuran kecil-kecilan dengan mengundang beberapa kerabat dekat.
  
Januari 2017, salah satu kerabat suami sebut saja ‘Ahmad’ (samara) datang ke toko dan menawarkan untuk mengembangkan bisnis dengan membeli mesin fotocopy. Saat itu saya menolak dengan alasan belum cukup modal. Saya punya tabungan tetapi tidak akan cukup untuk membeli sebuah mesin fotocopy. Harga yang ditawarkan pada saat itu dalah 18,5 juta. Suami pun berulang kali membujuk untuk beli saja. Si Ahmad semakin sering datang dan berusaha meyakinkan kami. Ya…si ahmad memang bekerja pada salah satu supplier mesin fotocopy yang ada di Makassar dan dia juga merupakan teknisinya. Setelah beberapa hari berpikir dan mengumpulkan keberanian untuk meminjam dana dari seorang teman, finally saya memutuskan untuk membeli satu unit mesin fotocopy. Tidak cukup dengan modal 18,5 juta, kami pun memutuskan untuk membeli beberapa alat penunjang usaha fotocopy seperti mesin laminating seharga 450ribu, pemotong kertas dengan  harga seratus ribu-an dan stapler untuk jilid seharga 75 ribu. Kami juga berbelanja item penting seperti kertas, plastic laminating, dan sebagainya. Usaha fotocopy memang tidak selalu berjalan mulus. Terkadang kami menghadapi kendala mesin error atau rusak. Tak jarang kami harus menelpon supplier kami untuk datang ke toko menangani permasalahan di mesin fotocopynya. Btw, si Ahmad sudah resign dari tempat kerjanya di supplier mesin fotocopy dan berpindah domisili ke kota lain.

Pertengahan tahun 2017, saya pun ditawarkan oleh adik ipar saya yang bekerja di Bank BRI untuk menjadi Agen Brilink. Saya pun  awalnya menolak dengan alasan tidak ada modal. Hutang kami yang lalu ketika membeli mesin fotocopy belum juga lunas. Nah, modal dari mana kira-kira? Pinjam di bank? NO WAY!!!!! Berusaha sebisa mungkin terhindar dari hutang bank. Banyak yang mengatakan usaha akan sulit maju tanpa pinjaman modal dari bank. Akan tetapi, bagi saya…Insya Allah semua akan dimudahkan oleh Allah asalkan kita berjalan di jalur yang benar. Hari itu adik ipar saya datang bersama seorang mantri…pikirku hanya datang sekedar ngobrol dan ngopi-ngopi. Ternyata, pada saat itu kami sudah di survey dan pak suami sudah menyerahkan beberapa berkas seperti fotocopy buku rekening dan KTP…dan juga sudah mengisi formulir pengajuan untuk menjadi Agen Brilink. Saya panik lah… duh…gimana nih…nggak ada modal….gimana kalau nggak dapat nasabah. Awalnya berpikir macam-macam yang serba negative. Seminggu lebih kemudian sejak hari di survey, pak mantri datang membawa mesin EDC tanpa menjelaskan gimana cara menggunakannya. Bingung kan! Bahkan sekedar menyalakan dan mematikannya pun kami belum tahu. Terima kasih kepada Om google dan Mbak You Tube. Dari sanalah kami tau langkah-langkah cara penggunaannya. Kami sempat menyimpan mesin EDCnya selama hampir sebulan di dalam lemari tanpa diapa-apakan karena kendala modal dan belum menguasai penggunaan mesin. 
 
Bulan Juni sebelum Idul Fitri, dengan modal saldo satu juta, kami mulai menerima transaksi.  Nasabah pertama kami datang karena pada saat sedang antri di bank, dia ditawarkan oleh adik ipar saya untuk transfer di agen brilink saja, di tempat kami. Alhamdulillah…transaksi pertama kami transfer sesama BRI sebesar 800ribu rupiah. Alhasil, kami pun buru-buru kembali ke bank untuk menyetorkan uangnya. Kami terus berpikir bagaimana cara menambah modal tanpa harus menambah hutang. Kami pun memanfaatkan penghasilan dari toko sebagai modal penghasilan dari barang ATK, fotocopy dan pulsa.  Supaya tidak tercampur aduk, saya membuat catatan tersendiri masing-masing modal yang saya gunakan, misalnya modal dari dana ATK satu juta rupiah, modal dari dana fotocopy 300ribu rupiah, modal dari dana pulsa 200ribu rupiah.

Banyak suka duka yang sudah kami alami sejak membuka bisnis ini. Melewati masa-masa panen  yaitu pergantian tahun ajaran baru. Alhamdulillah…kami bisa memperoleh banyak keuntungan dari hasil cetak pas foto, fotocopy, dan penjualan ATK. Adapun masa-masa krisis yaitu ketika mesin fotocopy, printer dan computer rusak secara bersamaan. Maka, kami pun butuh dana extra untuk biaya service. Meski saya sudah menyisihkan sedikit untuk biaya tak terduga, tetap saja masalah seperti ini bisa bikin sakit kepala karena usaha bisa lumpuh dalam beberapa hari.

Sebuah usaha tidak akan berhasil apabila tidak dimulai. Jatuh bangun dalam usaha itu sudah pasti ada. Akan tetapi, selalu ada hikmah dibaliknya. Jadi jangan takut untuk memulai sesuatu yang baru. Karena kalau sudah terjun di dalamnya, seringkali kita malah keasyikan menjalaninya. Semoga setiap usaha yang sedang kita jalankan bisa membawa berkah. Aamiin…ya rabbal alamin…..

SUKA BERBAGI MESKI DUIT PAS-PASAN…MENTAL KAYA KAH?


Saya mengenal seseorang yang sangat suka berbagi. Bagiku dia sangatlah dermawan. Bahkan di saat-saat kekurangan pun, dia tetap berbagi. Terlebih lagi ketika dia punya rezeki yang lebih banyak dari biasanya, dia akan lebih bersemangat lagi berbagi. Ya…saya mengagumi kedermawanannya. Syukur Alhamdulillah…dia (orang yang saya maksud) adalah suamiku sendiri. Saya pun suka berbagi kepada sesama. Tapi sayangnnya, saya belum bisa menyamai kedermawanan suamiku.  Terkadang saya masih berpikir panjang untuk berbagi ketika kondisi keuangan sedang pas-pasan. saya memikirkan terlalu banyak hal, bagaimana dengan hari esok…untuk bayar listrik, bayar cicilan tanah kavling, beli susu, popok, konsumsi sehari-hari, amplop untuk ke pesta/acara, dan masih banyak lagi yang lain-lainnya. 

Suamiku…saya tahu, kamu mungkin menilai bahwa saya adalah istri yang pelit…istri yang penuh perhitungan ini dan itu.  Namun, ketahuilah suamiku…saya pun sangat bahagia ketika bisa berbagi dalam kelapangan rezeki yang kita miliki. 

Suamiku….bila engkau gemar berbagi. Marilah kita berusaha untuk menjadi kaya. Dengan rezeki berlimpah yang kita miliki….saya yakin kebahagiaanmu akan menjadi kebahagiaanku juga. Bukan saya tidak bersyukur akan apa yang kita miliki sekarang. Akan tetapi, buanglah jauh-jauh anggapan bahwa menjadi kaya itu tidak baik.

Bila kita sudah punya mental kaya, bukankah kita harus punya keinginan untuk menjadi kaya sungguhan. 

Orang yang bermental kaya yang sesungguhnya adalah….
  • Orang yang membahagiakan keluarga terdekatnya terlebih dahulu, lalu kemudian membahagiakan orang lain.
  • Orang yang tidak takut menggantungkan mimpinya setinggi mungkin untuk meraih kesuksesan. Tidak hanya sekedar bermimpi, tetapi juga terus mencari cara bagaimana mewujudkan mimpi tersebut.
  • Orang selalu memelihara rasa optimis di dalam dirinya. Dia tidak akan peduli dengan omongan orang yang merendahkan atau menyepelehkannya. Yang ia tahu adalah bagaimana cara memperbaiki diri dan terus mengembangkan potensi yang ia miliki.
  • Orang yang pandai melihat peluang dan memanfaatkan peluang tersebut untuk meraih kesuksesan. 
  • Orang yang tahu kapan saatnya untuk bekerja, dan kapan saatnya untuk beristirahat. Bangun dan bangkit  di pagi hari, memulai segala aktifitas.  Beristirahat secukupnya di malam hari.
  • Dan yang paling penting adalah tidak menghambur-hamburkan uang untuk hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Orang yang pandai mengelolah keuangannya baik itu untuk investasi, kebutuhan pokok, pengeluaran rutin…hingga dana untuk liburan.
Mohon maaf tulisan saya kali ini adalah bentuk curahan hati saya. Berharap segala sesuatu yang terucap lewat mulut…semoga tersampaikan lewat tulisan. Berharap akan adanya satu visi dan misi dalam membangun impian. Semoga terwujud….aamiin…aamiin…ya Rabbal alamin…..