Follow by Email

Wednesday, February 1, 2012

VALENTINE BUKAN UNTUK NARA


13 Februari.................
            Sudah seharian Nara memandangi gaun baru buatan mamanya yang telah terpajang di sudut kamarnya. Gaun yang sangat cantik berwarna pink lembut.
Nara tersenyum gugup. Gaun itu akan menjadi saksi pelepasan masa jomblo yang telah bertahun-tahun disandangnya. Besok malam, ia akan mengenakan gaun kebesarannya itu ke pesta valentine sahabatnya,Caya.
            Yang paling membuatnya bangga adalah cowok pujaannya memintanya menjadi pasangan di pesta itu. Nara benar-benar sudah kege-eran, apapun alasannya, ia yakin Tedy akan menembaknya di pesta malam itu.
               Nara si gadis sensitif yang mudah jatuh cinta dan mudah patah hati kini menemukan pilihan hatinya. Meskipun banyak orang yang bilang wajahnya mirip dengan bintang Hollywood, Lindsay Lohan, tetap saja cowok-cowok tak menggubrisnya.
***
14 Februari........
              Tedy menyambut Nara bak cindirella di pesta valentine."Happy valentine,lady". Ucap Tedy menyanjung.Nara jadi gugup. "Hap...happy valentine too".
              Sepanjang pesta Nara lebih banyak diam dan tersenyum menanti saat-saat yang mendebarkan itu tiba. Ia justru kesal pada Caya karena gara-gara dia Tedy belum juga menembaknya.
"Duh, kapan sih Caya akan menyingkir dari kami berdua?" Nara dongkol dalam hati.
Sampai larut malam, Caya masih saja berada dekat mereka berdua. Wajah Nara sudah kusut seolah tak peduli keadaan sekitarnya.
Pukul 10.30 malam, tanpa terasa hujan turun dengan deras. Tedy akhirnya mengantarkan Nara pulang dengan sedang Volvo silvernya. Nara yang tadinya bersemangat, kini kehilangan harapan terbesarnya untuk punya pacar.
"Ra, aku pengen ngomong ma kamu".
Nara bangkit dari lamunannya."Ngomong apa?ngomong aja, nggak apa-apa kok."
"Aku cuma mau bilang makasih atas pestanya yang indah".
Hah, pesta yang indah?"bagiku tidak!" Teriak Nara dalam hati.
"Ehm, terima kasih atas bantuannya."
"Bantuan apa maksudmu?"
"Bantuan tadi...". Tedy tiba-tiba menepuk keningnya sendiri."Oh iya, sorry, aku belum bilang ya ama kamu, soal Caya?"
Nara yang masih terpaku akhirnya mengerti."Jadi, kamu suka Caya?"
Tedy tersenyum manis. "Iya, emang tadi kamu nggak dengar?kami udah jadian."
"Tapi, Caya kan udah punya pacar".
" Aku tahu kok. Aku rela jadi yang kedua asal bisa bersama Caya".
            Oh God!!! Nara baru sadar, ternyata Tedy sudah lama mengincar Caya.Nara hanyalah sebatas PHB. Ia terlalu asyik mikirin diri sendiri sampai-sampai nggak tahu apa yang telah terjadi di sekitarnya.
            Alunan lagu di radio kamarnya membuatnya terhanyut dengan liriknya yang begitu menyentuh.

My riches can't buy everything
I want to hear the children sing
All I hear is the sound of rain
Falling on the ground
I sit and watch as tears go by.....

Valentine memang bukan untuk Nara, tak ada yang perlu disesali.....

0 comments:

Post a Comment