Follow by Email

Friday, March 23, 2012

Bangun Tidur Kesiangan Jadi Perawan Tua?


Dari dulu orang-orang tua kita selalu berkata pada anak gadisnya, “Jangan bangun tidur kesiangan nanti jadi perawan tua.” Banyak yang percaya, banyak juga yang tidak. Anak zaman sekarang bilang, “Loh, apa hubungannya?” Itu hanya mitos orang-orang zaman behuela. Nah, orang tua menjawab, "Kena baru tau rasa kamu." Tapi, kalau dipikir-pikir secara logika ada benarnya juga. Kenapa? Coba saja bandingkan nih. Cewek yang selalu bangun cepat dipagi hari, sudah pasti termasuk cewek yang rajin dan disiplin. Sedangkan cewek yang selalu telat bangun identik dengan kata ‘MALAS’, artinya cewek itu pemalas. Mana ada cowok yang mau menikah dengan cewek pemalas. Bisa-bisa nanti kalau sudah menikah, urusan rumah tangga jadi terbengkalai.

Nah, sekarang apakah saya juga percaya pada mitos itu? Setiap pagi mama selalu berteriak membangunkan kami semua anak-anaknya (pokoknya semua yang cewek dan yang cowok). Saya yang mungkin anak yang penurut, takut dimarahi, langsung terbangun begitu mendengar sedikit saja suara mama. Sering kali sementara saudara-saudaraku masih terlelap dalam tidurnya, saya sudah bolak-balik beres-beres membersihkan rumah. Kakak laki-lakiku yang tertua paling susah kalau dibangunkan. Begitu pula saudara sepupuku yang cewek yang memang hobinya tidur. Lantas apakah dengan demikian saudara laki-laki dan sepupuku itu akan jadi perjaka dan perawan tua? Kenyataannya tidak. Kakak laki-lakiku telah menikah dan saudara sepupuku yang usianya jauh lebih muda dariku akan segera naik pelaminan. Sementara saya, jangankan akan menikah, calonnya saja belum ada.

Terbukti kan, mitos itu tidak berlaku. Terserah anda percaya atau tidak.

#sedikit curhat nih. :(

 

2 comments:

Anonymous said...

Maaf, Assalamu"alaikum wr wb. jodoh, rizki dan mati(maaf, umur) adalah wewenang Allah, kita hanya boleh berupaya berikhtiar dan tawakkal. Ridlo kita pada Allah atas apapun keputusannya adalah salah satu sarana untuk kita mudah melewati "sirod"NYA. Kelak ketika kita sudah "berdua, berkluarga". . . anak anakmu, istri istrimu/suamimu adalah cobaan bagimu. . .
Pendeknya sendiri adalah dalam cobaan, berdua, bersamapun ada cobaannya. Berikhlaslah dengan gembira dan selalu berharap akan ridloNYA.

Maryunita Mark said...

Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatu...
Terima kasih atas koment dan nasehatnya. Insya Allah :)

Post a Comment