Follow by Email

Tuesday, April 12, 2011

Menyambut Hari Bumi Sedunia, What can we do to save our Earth?

Bumi kita yang menyimpan begitu banyak kekayaan alam kini semakin rentang terhadap berbagai macam bencana alam. Bumi merupakan satu-satunya planet yang menjadi tempat kehidupan. Jika kita tidak menjaga kelestariannnya, maka seluruh makhluk di Bumi akan musnah. Setiap tanggal 22 April kita memperingati hari bumi sedunia. Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan Bumi kita? (What can we do to save our Earth?)

Pernahkah anda merasa sangat kepanasan di siang hari dan bahkan di malam hari? Udara di sekitar kita mengandung gas-gas yang tidak tampak. Gas-gas ini berfungsi menjaga Bumi tetap hangat agar manusia bisa hidup di atasnya. Bagaikan jendela, gas-gas ini membiarkan cahaya matahari menerobos ke dalamnya tetapi menahan panas agar tidak keluar. Gas yang tertahan itu adalah gas karbondioksida.
Pembakaran batu bara, minyak, dan gas alam mengakibatkan gas karbondioksida ke udara. Akibatnya Bumi menjadi terlalu panas. Inilah yang memicu ‘efek rumah kaca’. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 33% habitat di Bumi terancam, bahkan beberapa spesies tanaman dan hewan akan menghadapi kepunahan. Beruang kutub misalnya, terancam punah jika permukaan es samudra artik terus mencair secara drastis. Berdasarkan pengamatan dalam kurung waktu 50 tahun terakhir, pemanasan global abad ini diperkirakan mengalami peningkatan antara 1,4 sampai 5,8 derajat celcius.

Pernahkah anda menghitung jumlah kendaraan bermotor di jalan pada suatu waktu? Anda yang tinggal di kota tentu sering mengalami kemacetan. Polisi merilis tahun 2010 ini jumlah kendaraan di Jakarta mencapai 11.362.396 unit kendaraan. Dan jumlah kendaraan bermotor di seluruh Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Membakar bensin menghasilkan asap knalpot yang menyebabkan polusi udara. asap tersebut mengandung zat timbal. Timbal (Pb) adalah merupakan pencemar lingkungan yang juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Pb dapat menyebabkan gangguan perkembangan sistem saraf pusat dan penurunan kecerdasan.

Cara yang tepat untuk mengurangi polusi udara yaitu dengan membatasi pembakaran minyak bumi dan gas untuk keperluan dapur dan lain-lainya. Sepeda bisa jadi alat transportasi alternatif yang hemat energi, tidak menimbulkan limbah asap, dan tentunya menyehatkan. Di negara maju, orang lebih sering bersepeda daripada mengendarai mobil ataupun motor. Di jepang, misalnya, ada tempat parkir khusus untuk sepeda sehingga orang-orang dapat menggunakan sepeda untuk ke kantor dan sekolah.

Tahukah anda kertas yang setiap hari anda gunakan terbuat dari bahan baku pohon. Semakin banyak kertas yang diproduksi dan digunakan, semakin banyak pula pohon yang di tebang. Bagi anda yang sering berbelanja,pernahkah terlintas dalam benak anda betapa janggalnya bahwa setiap kali membeli sesuatu, sekalipun yang anda beli hanya satu barang, barang itu dimasukkan ke dalam kantong plastik (plastic kresek)? Dan di restoran cepat saji makanan pesanan yang dibawa pulang menggunakan Styrofoam. Kantong plastic dan Styrofoam terbuat dari minyak yang pengolahannya menimbulkan banyak polusi dan setelah selesai digunakan menjadi sampah.

Beberapa kota di Indonesia telah mencanangkan program penghijauan, khusus di kota Makassar Pemerintah kini sedang gencar melaksanakan gerakan ‘Makassar Go Green’. Salah satu programnya adalah menanam sejuta pohon. Semakin banyak pohon yang tumbuh, semakin banyak pula sumber daya alam kita. Polusi udara juga semakin berkurang karena pohon dapat menyerap gas karbon dioksida. Dan untuk anda yang berbelanja di supermarket atau di restoran cepat saji, langkah bijak yang dapat anda lakukan adalah dengan cara katakan “tidak usah” untuk setiap pembungkus yang tidak betul-betul anda perlukan. Selalu sediakan kantong belanjaan sendiri yang terbuat dari kain.

Sampah merupakan salah satu permasalahan yang tengah dihadapi oleh Negara kita. Begitu banyak orang yang tidak peduli pada lingkungan dengan cara membuang sampah di sembarang tempat. Sampah yang di buang ke selokan dan sungai menjadi penyebab banjir. Sampah yang bertumpuk menimbulkan bau tak sedap dan penyakit menular. Bahkan, pernah terjadi bencana ledakan di tempat pembuangan akhir sampah karena gas metana yang terbentuk di bawahnya.

Ada berbagai macam cara yang bisa kita lakukan terhadap sampah. Pertama-tama  kita harus memisahkan sampah organik dan sampah non-organik. Sampah organik berupa sampah dapur seperti sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun yang bisa menjadi sumber energi terbarukan yang disebut biogas. Sampah non-organik berupa botol, plastic, kertas, kaleng yang bisa di daur ulang. sampah-sampah tersebut bisa diolah kembali menjadi produk baru atau bahan untuk kerajinan tangan seperti tas, assesoris, dan sebagainya. Melalui reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mengolah/ daur ulang) pada sampah, berarti anda juga turut menjaga kelestarian lingkungan.

Bumi adalah tempat kita berpijar, tempat kita hidup sekarang dan tempat bagi anak cucu kita kelak. Let’s save our Earth….mari selamatkan Bumi kita!

0 comments:

Post a Comment