Follow by Email

Thursday, May 19, 2011

Inspirasi Kebaya dan Victorian Dress

 

Kebaya

Kebaya merupakan busana tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan kain kasa yang dipadupadankan dengan sarung, batik atau songket. Kebaya dipercaya berasal dari Arab  yang dalam bahasa Arab disebut ‘abaya’. Kata kebaya berasal dari bahasa Arab “kaba” yang berarti “pakaian”. Pada abad ke 15 kebaya hanya dikenakan oleh golongan keluarga kerajaan di Jawa.  Selama masa penjajahan kebaya juga dikenakan oleh wanita-wanita Eropa sebagai pakaian resmi. Kebaya adalah simbol feminisme atau keanggunan wanita Indonesia.
Kebaya tradisional dengan design sederhana dan potongan lurus disebut kebaya kartini.  Selain itu, ada pula kebaya encim yang dipopulerkan oleh wanita keturunan cina yang berbahan katun dan dengan model potongan yang lebih pendek dengan hiasan berwarna disertai aksen lace di pinggirnya.
Seiring perkembangan zaman, kebaya mulai populer di seluruh kalangan wanita Indonesia pada akhir abad ke 19. Kini kebaya telah mengalami berbagai modifikasi bahan dan tambahan pernak-pernik sehingga sangat pas bila dikenakan dalam acara pernikahan. Kebaya telah menjelma menjadi kebaya modern dengan design-design yang menarik sehingga kebaya tidak hanya dikenakan dalam pertemuan formal saja, tapi juga dalam berbagai kesempatan.
Setiap tanggal 21 April banyak wanita dan anak-anak perempuan mengenakan kebaya untuk memperingati hari Kartini. Bahkan salah satu perusahaan penerbangan di Indonesia menggunakan kebaya sebagai seragam resmi wanita.

Victorian dress

Victorian dress adalah gaun wanita Eropa sekitar abad ke 17 hingga abad ke 19. Gaun ini merupakan gaun yang memiliki ciri khas dengan model rok mengembang yang menggunakan kurungan di bagian dalamnya sebagai penyanggah yang bertujuan agar rok terbentuk dengan sempurna. Selain itu untuk memperindah bentuk tubuh khususnya pada pinggang gaun ini juga dilengkapi dengan penggunaan korset.
Gaya Victorian adalah kombinasi dari kedua warna terang dan gelap yang diletakkan di atas kain mahal dan biasanya diberikan desain yang rumit. Pada tahun 1840-an, Victorian dress terus berkembang, rok dibuat dengan lipatan (ruffles mendalam), biasanya dilipatan ketiga berkumpul erat di bagian atas dan menegang dengan kepang bulu kuda di bagian bawah.
Pada era Victoria cara berpakaian terbagi ke dalam 3 kelompok berdasarkan kelas sosialnya. Kelompok pertama yaitu kelompok kelas atas yang terdiri dari kaum bangsawan yang mengenakan kain yang paling mahal, serta desain dan warna yang elegan. Kelompok kedua yaitu, kelas menengah yang kebanyakan adalah pedagang yang mengenakan gaun berbahan kain yang lebih murah dari yang dimiliki kalangan bangsawan. Dan kelompok ketiga yaitu kelompok yang tidak mengenakan busana ala Victoria. Mereka adalah golongan miskin, jadi mereka mengenakan pakaian apapun yang dapat digunakan untuk melindungi tubuh. Hal tersebut menunjukkan bahwa pakaian ala Victoria dikhususkan untuk kalangan menengah ke atas.
Selama ratu Victoria memimpin, wanita-wanita Perancis dan Inggris tampak elegan dan anggun. Dress panjang mengembang dianggap sebagai simbol kesopanan kaum wanita. Bahkan hingga saat ini Victorian style masih menginspirasi banyak designer dalam merancang busana-busananya. Akhir abad ke 19 merupakan era reformasi Victorian Dress, banyak orang mulai beranggapan bahwa dress panjang dengan rok mengembang cukup menyiksa dan menghambat aktifitas. Setelah itu muncullah beragam inovasi pada gaun wanita. Gagasan perempuan memakai celana yang bergema di Amerika mulai meluluhkan penampilan wanita bergaya Victoria perlahan mulai tenggelam oleh kepopuleran celana jeans.

Pilih mana, Kebaya Kartini atau Victorian Dress?
Kalau saya suka keduanya.  Kamu???


I LOVE FASHION...
Maryunita Mark  ^_^

2 comments:

Anonymous said...

saya ga pilih keduanya (ya iya laahh ,,, cowok ...)

Maryunita Mark said...

hahaha...setuju!!!

Post a Comment