Follow by Email

Thursday, August 4, 2011

Perlukah Memberi Pujian?


Pujian adalah sebuah kata yang sederhana, namun bisa menimbulkan banyak persepsi. Untaian kata-kata pujian bisa memberi semangat, meningkatkan rasa percaya diri, serta dapat memupuk rasa saling menghargai. Tapi, disamping itu, pujian juga bisa membuat seseorang lupa diri, menjadi sombong/ angkuh, ataupun membuat perasaan tidak pernah puas. Semua itu tergantung dari maksud atau tujuan orang yang melontarkan pujian dan respon yang diterima oleh yang dipuji. Pada dasarnya semua orang senang bila dipuji, akan tetapi pujian perlu disikapi dengan bijak. Pujian seperti air laut, yang semakin banyak diminum, semakin haus rasanya; semakin sering dipuji, semakin haus diri kita akan pujian.

Ini adalah pengalaman saya tentang betapa sebuah kalimat pujian bisa membuat seseorang bersemangat dan percaya diri. Saya ingat, sewaktu masih sekolah tingkat SMP dulu, suatu hari saya belajar Fisika. Guru saya tersebut meminta kami semua mengerjakan satu soal hitungan. Saat itu sayalah yang pertama berhasil menyelesaikan soal tersebut. Kemudian guru saya tersebut berkata seraya tersenyum, “kamu kecil-kecil tapi hebat ya. Bisa menyelesaikan soal ini dengan cepat, dengan caramu sendiri.” Waktu itu saya memang adalah siswa termuda di tingkatan kelas saya. Guru saya tidak marah, meskipun saya tidak mengikuti pola contoh yang telah dijelaskan. Pujian guru saya tersebut membuat hati saya senang, saya semakin bersemangat dan semakin suka mengikuti pelajarannya. Pujian bisa terasa manis bak madu bila ditanggapi positif sebagai motivasi diri.

Kalimat pujian pun bisa menimbulkan rasa berbangga diri yang sangat berlebihan. Saya sangat mengenal baik gadis ini, sebut saja namanya ‘A’. Dia cantik, memang cantik. Setiap kali ada orang lain yang melihat kami berdua, orang itu akan berkata ‘A’ lebih cantik dari pada saya. Kadang ada yang bilang dia mirip artis ini, artis itu, pokoknya mirip artis yang cantik-cantik deh. Sejak kecil dia memang sudah sering diistimewakan, jadi tak ada seorang pun yang berani berkata jelek tentang dirinya (Hanya saya yang sedikit berani mengkritik bila memang ada sesuatu yang perlu untuk diperbaiki). ‘A’ sudah terbiasa dibanjiri pujian sehingga sekali-kali bila ia tidak mendapatkannya atau justru pujian ditujukan kepada orang lain, ia akan menunjukkan rasa tidak senangnya/ marah. Pujian bisa menjadi racun dalam diri bila ditanggapi secara berlebihan.

Tak ada salahnya bila kita melontarkan pujian kepada orang lain, dalam artian memuji yang sewajarnya tidak berlebihan. Orang yang senantiasa memuji adalah orang yang mampu menghargai orang lain. Sedangkan orang yang tidak mau memuji, mungkin termasuk orang yang tidak mau menghargai orang lain. Ada pendapat yang mengatakan orang yang sering memuji, mungkin semasa hidupnya sering mendapatkan pujian. Sementara orang yang enggan untuk memuji, mungkin jarang mendapatkan pujian.

Memuji bukan dengan maksud memuja orang yang dipuji, akan tetapi mengagumi keangungan Allah. Saya diajarkan untuk senantiasa mengucap ‘Masya Allah’ atau ‘Subhanallah’ setiap kali melontarkan pujian terhadap sesuatu. Serta  mengucap ‘Alhamdulillah’ setiap kali mendapatkan pujian sebagai rasa syukur akan limpahan angurah Allah.

Ingatkah anda kapan terakhir kali anda mendapatkan pujian? Kapan terakhir kali anda memuji sesuatu?
 Dale Carnegie quotes (American lecturer, author, 1888-1955)

0 comments:

Post a Comment